Pengertian Lengkap Konsolidasi, Cara Perusahaan Melakukan Konsolidasi dan Alasan Perusahaan Melakukan Konsolidasi, Beserta Ciri-Cirinya

Selamat Datang di CatatanMamas.com pada kesempatan ini kita akan membahas seputar Pengertian Konsolidasi, Ciri, Alasan Perusahaan Melakukan Konsolidasi, dan Cara Perusahaan Melakukan Konsolidasi. Konsolidasi adalah terdiri dari penggabungan dua usaha atau lebih, dengan cara membangun sebuah usaha baru dan membubarkan usaha lama tanpa melikuidasinya terlebih dahulu. Jika anda masih ingin tau lebih jelasnya silahkan baca pembahasan lengkap tentang pengertian konsolidasi di bawah ini.

Pengertian Lengkap Konsolidasi, Cara Perusahaan Melakukan Konsolidasi dan Alasan Perusahaan Melakukan Konsolidasi, Beserta Ciri-Cirinya


Kita seringkali mendengar istilah konsolidasi. Akan tetapi masih banya di antara anda yang belum mengerti apa itu pengertian konsolidasi yang sebenarnya. Berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian konsolidasi, ciri-ciri konsolidasi, alasan perusahaan melakukan konsolidasi, dan cara perusahaan melakukan konsolidasi berikut ini.

Pengertian Konsolidasi


Konsolidasi merupakan penggabungan dua usaha atau lebih, dengan cara mendirikan usaha baru dan membubarkan usaha lama tanpa melikuidasinya terlebih dahulu. Berikut ini adalah pengertian konsolidasi menurut para ahli:

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)


Pengertian konsolidasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah meleburnya dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan dengan visi yang sama.

2. Menurut Roman Nurbawa


Pengertian konsolidasi menurut Roman Nurbawa adalah dua buah perusahaan yang bubar demi hukum dan sebagai gantinya didirikan suatu perusahaan baru yang secara finansial mengambil alih aset yang dimiliki dua perusahaan yang bubar tersebut.

3. Menurut Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1999

Pengertian konsolidasi menurut Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1999 adalah penggabungan dari dua buah bank atau lebih, dengan cara mendirikan bank baru dan membubarkan bank lama tanpa melikuidasinya terlebih dahulu.

Adapun ciri-ciri konsolidasi adalah sebagai berikut:


1. Terdapat dua atau lebih perusahaan yang meleburkan diri demi membentuk perusahaan baru.

2. Perusahaan-perusahaan yang meleburkan diri tersebut bubar tanpa adanya proses likuidasi.

3. Perusahaan baru yang terbentuk dari hasil peleburan harus memperoleh status badan hukum yang baru.

4. Rancangan konsolidasi dan konsep akta konsolidasi harus disetujui oleh RUPS di tiap-tiap perseroan.

5. Konsep akta konsolidasi yang telah disetujui oleh RUPS akan dituangkan dalam akta konsolidasi yang dibuat di hadapan notaris dalam bahasa Indonesia.

6. Perusahaan hasil konsolidasi akan memperoleh status badan hukum pada tanggal diterbitkannya keputusan Menhukham tentang perusahaan yang meleburkan diri tanpa proses likuidasi.

7. Aktiva dan pasiva perusahaan yang meleburkan diri akan beralih ke perusahaan baru hasil konsolidasi sesuai dengan titel umum.

Alasan Perusahaan Melakukan Konsolidasi

Pengertian konsolidasi menurut Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1999 adalah penggabungan dari dua buah bank atau lebih, dengan cara mendirikan bank baru dan membubarkan bank lama tanpa melikuidasinya terlebih dahulu.

Ciri-Ciri Konsolidasi

Ada beberapa alasan kenapa bank atau perusahaan memutuskan untuk melakukan penggabungan secara konsolidasi, antara lain sebagai berikut:

1. Masalah Kesehatan

Jika bank telah dinyatakan tidak sehat oleh Bank Sentral, maka biasanya bank tersebut melakukan penggabungan dengan bank lain. Pilihan terbaik, tentunya bergabung dengan bank lain yang sehat.

2. Masalah Permodalan

Jika modal yang dimiliki suatu bank dirasa terlalu kecil sehingga sulit untuk melakukan ekspansi usaha, maka bank tersebut bisa saja bergabung dengan satu atau beberapa bank lain agar modal yang dimilikinya menjadi besar sehingga lebih mudah untuk mengembangkan usahanya.

3. Masalah Manajemen

Manajemen yang kurang profesional akan membuat bank mengalami kerugian terus-menerus dan sulit untuk berkembang. Hal ini akan mendorong bank tersebut untuk melakukan konsolidasi dengan bank lain yang kualitas manajemennya terkenal lebih profesional.

4. Teknologi dan Administrasi

Bank yang memakai teknologi sederhana seringkali menjadi masalah. Sebab, di zaman sekarang ini, teknologi sudah semakin canggih. Untuk mendapatkan teknologi canggih, modal yang diperlukan tentu saja tidak sedikit. Karena itulah, suatu bank lebih memilih untuk melakukan penggabungan dengan bank lain yang teknologinya lebih canggih. Demikian juga dengan bank yang sistem administrasinya masih sederhana dan kurang teratur. Bank tersebut sebaiknya melakukan konsolidasi dengan bank lain agar sistem administrasinya menjadi lebih baik.

5. Ingin Menguasai Pasar

Ingin menguasai pasar juga bisa dijadikan alasan untuk melakukan konsolidasi. Alasan yang satu ini biasanya tidak diumumkan secara jelas kepada pihak eksternal dan hanya diketahui oleh pihak-pihak yang melakukan konsolidasi. Dengan adanya konsolidasi dari beberapa bank, maka tentu saja jumlah cabang dan jumlah nasabah yang dimiliki akan semakin bertambah. Tak hanya itu saja, konsolidasi juga bisa menghilangkan atau melawan bank pesaing yang ada.

Tata cara melakukan konsolidasi adalah sebagai berikut:

1. Direksi perusahaan yang akan meleburkan diri harus menyusun usulan rencana konsolidasi. Usulan rencana ini harus disetujui oleh komisaris dari masing-masing perusahaan.

2. Usulan rencana konsolidasi akan dijadikan bahan untuk menyusun rancangan konsolidasi. Rancangan ini disusun bersama oleh direksi perusahaan yang akan melakukan peleburan.

3. Ringkasan dari rancangan konsolidasi harus diumumkan direksi dalam dua surat kabar harian dan diumumkan kepada para karyawan secara tertulis paling lambat dua minggu sebelum pemanggilan RUPS.

4. Rancangan konsolidasi dan konsep akta konsolidasi harus disetujui oleh RUPS masing-masing perusahaan. Konsep akta konsolidasi yang telah disetujui akan dituangkan dalam akta konsolidasi yang dibuat di hadapan notaris dalam bahasa Indonesia. Jika sudah disahkan oleh notaris, akta konsolidasi bisa digunakan sebagai dasar pembuatan akta pendirian PT baru.

5. Direksi perusahaan harus mengajukan permohonan pengesahan akta pendirian PT baru kepada Menkumham paling lambat dua minggu sejak tanggal keputusan RUPS.

6. Menkumham memberikan tanda pengesahan paling lama 60 hari setelah permohonan diterima. Perusahaan yang meleburkan diri akan dianggap bubar terhitung sejak tanggal akta pendirian PT baru hasil peleburan disahkan oleh Menkumham.

7. Jika telah disahkan Menkumham, akta pendirian PT baru hasil peleburan harus dimasukkan dalam daftar perusahaan dan diumumkan dalam tambahan berita Negara RI.

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pengertian konsolidasi, ciri-ciri konsolidasi, alasan perusahaan melakukan konsolidasi, dan cara perusahaan melakukan konsolidasi yang perlu kamu ketahui. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuanmu, khususnya mengenai konsolidasi.

0 Response to "Pengertian Lengkap Konsolidasi, Cara Perusahaan Melakukan Konsolidasi dan Alasan Perusahaan Melakukan Konsolidasi, Beserta Ciri-Cirinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel