Pengertian Tenaga Eksogen Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap

Selamat datang kembali di www.catatanmamas.com, pada kesempatan kali ini saya akan membahas Materi seputar Pengertian Tenaga Eksogen Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap. Semoga hari ini kalian dalam keadaan sehat ya.... Nah untuk itu kali ini saya akan berbagi sedikit wawasan tentang Tenaga Endogen. Supaya kalian memahaminya Silahkan simak penjelasannya dibawah yaa...'

Pengertian Tenaga Eksogen Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap

Tenaga Eksogen


Merupakan tenaga yang bersumber bukan dari dalam bumi dan sifatnya dapat membuat kerusakan permukaan bumi yang dibentuk oleh tenaga endogen. Sumber dari Tenaga eksogen bisa dari tenaga air, sinar matahari,angin, gletser, dan organisme yang dapat membuat sistem pelapukan, erosi, sedimentasi dan denudasi. Secara lazim tenaga eksogen berasal berasal dari 3 sumber, yaitu:
    • Atmosfer, yakni perubahan suhu dan angin.
    • Air berbentuk aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
    • Makhluk hidup berbentuk jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
    Contoh tenaga eksogen adalah tebing atau bukit yang terbentuk oleh tenaga endogen lantas terkikis oleh angin agar mengubah bentuk bumi.

    Jenis-Jenis Tenaga Eksogen

    Berikut klasifikasi macam-macam tenaga eksogen, diantaranya yaitu

    Pelapukan

    Ialah sistem perusakan bagian luar bumi yang ditimbulkan secara fisis, kimia, ataupun biologi. Proses perusakan yang terjadi mampu berbentuk alterasi (perubahan komposisi material) dan fragsinasi (pemisahan kristal berasal dari larutan magma) batuan maupun material lainnya diatas atau dekat permukaan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor, layaknya cuaca dan iklim, perubahan suhu, terpapar unsur kimia yang terlarut di dalam air hujan, hingga ulah manusia.

    Proses pelapukan berpengaruh terhadap komposisi tanah dan asal terbentuknya batuan sedimen di di dalam tanah. Selain itu, Proses pelapukan membuat material yang pada mulanya besar jadi bagian bagian yang lebih kecil.

    Secara Garis Besar, berdasarkan agennya pelapukan dibagi jadi 3 macam, yaitu:

    Pelapukan Secara Fisik (Mekanis)

    Pelapukan Mekanis yakni perubahan yang terjadi melibatkan bentuk luar atau pergerakan berasal dari material tersebut. Pada pelapukan fisik, material hancur jadi bagian yang lebih kecil tanpa mengubah komponen atau lapisan kimia terhadap material tersebut. Beberapa aspek yang memengaruhi pelapukan secara mekanik, diantaranya yaitu:

    • Perubahan Suhu
    • Berkurangnya tekanan
    • Pembekuan
    • Pengkristalan
    • Pelapukan Secara Kimia
    Pelapukan kimiawi terjadi dikarenakan terdapatnya perubahan komposisi kimia berasal dari material yang terlibat. Perubahan ini dapat memancing reaksi kimia pada zat kimia baru bersama zat kimia yang udah ada. Terkadang reaksi ini juga melibatkan unsur-unsur di atmosfer atau mineral terhadap kerak bumi. Akibat terjadinya reaksi ini, pelapukan terhadap material tersebut mampu terjadi agar membuahkan pelapukan.

    Pelapukan Secara Biologi

    Pelapukan secara biologi atau pelapukan organik adalah pelapukan yang kebanyakan disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup yang membuat hancurnya material jadi komponen yang lebih kecil. Pelapukan ini mampu terjadi secara fisik ataupun secara kimia. Biasanya yang secara fisik disebabkan oleh makhluk hidup besar layaknya manusia, hewan dan tumbuhan. Sedangkan yang secara kimiawi disebabkan oleh makhluk hidup kecil layaknya bakteri atau komponen yang disekresikan oleh tubuh makhluk hidup besar.

    Erosi (Pengikisan)

    Erosi merupakan peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan lainnya) akibat transportasi angin, air, es, hujan, dampak gravitasi atau akibat aktivitas makhluk hidup. Proses erosi mampu membuat merosotnya produktivitas tanah dan energi dukung tanah. Sebenarnya, erosi merupakan suatu sistem alami dan baik bagi ekosistem, tetapi kebanyakan perihal erosi diperparah oleh aktivitas manusia di dalam tata kelola lahan yang buruk, penggundulan hutan dan aktivitas merugikan lain.


    Berdasarkan penyebabnya, terdapat beberapa type Erosi, diantaranya yakni :

    Erosi Oleh Air (Ablasi)

    Ablasi, yakni erosi yang disebabkan oleh air mengalir. Penyebab utama terjadinya ablasi yakni terdapatnya gesekan pada aliran air bersama tanah, makin lama besar kecepatan dan kuantitas air maka dapat makin lama cepat terkikisnya tanah atau batuan di basic lahan (sungai). Jika gesekan terjadi terus-menerus, maka dapat mengundang perubahan bentuk terhadap lahan tadi.

    Erosi Oleh Angin (Deflasi)

    Deflasi, yakni pengikisan yang terjadi oleh angin, sistem ini banyak ditemukan di daerah gurun dan terhadap daerah bersama tiupan angin kencang disertai pasir. Deflasi dapat membuahkan hasil pengikisan batuan yang berbentuk layaknya jamur. Prisip basic erosi ini sama bersama erosi oleh air, yakni disebabkan dikarenakan gesekan pergerakan angin bersama objek padatan tertentu.

    Erosi oleh E (Eksarasi)

    Eksarasi, yakni erosi yang disebabkan oleh gletser atau es. Eksarasi hanya terjadi terhadap daerah bersama musim salju atau daerah pegunungan tinggi. Gletser atau es dapat membentuk cairan kental yang bergerak, pergerakannya dapat menyingkirkan bagian kanan dan kiri lembah gunung. Batuan yang dilaluinya dapat tergores lantas terkikis oleh gletser.

    Erosi oleh Gelombang Laut (Abrasi)

    Abrasi, yakni erosi yang disebabkan oleh air laut. Tinggi rendahnya erosi air laut terbujuk besar kecilnya kekuatan gelombang laut.

    Korosi

    Korosi, yakni type erosi yang nyaris sama bersama deflasi, dikarenakan juga disebabkan oleh sarana angin. Perbedaan keduanya terdapat terhadap type partikel yang dibawa angin tersebut. Deflasi terjadi dikarenakan kekuatan angin tanpa melibatkan partikel di dalamnya, tetapi korosi terjadi dikarenakan angin membawa butiran pasir atau butrian batuan.

    Sedimentasi (Pengendapan)

    Sedimentasi adalah sistem pengendapan material batuan secara gravitasi yang mampu terjadi di daratan, zona transisi (garis pantai) atau di basic laut dikarenakan diangkut bersama sarana angin, air maupun es. Pada kala pengikisan batuan hasil pelapukan terjadi, materialnya terangkut oleh angin maupun air agar kala kekuatan berasal dari pengangkutan material batuan menyusut maka batuan dapat diendapkan di daerah alirannya. Tidak hanya angin maupun air, gletser juga juga kedalam sarana pengangkutannya. Meskipun pergerakan pengangkutan oleh gletser terlalu lambat, tetapi energi pengangkutannya terlalu besar. Pengendapan yang terjadi didasar laut atau di danau membuat basic laut jadi dangkal.


    Berdasarkan penyebabnya, sedimentasi (Pengendapan) dibagi kembali jadi beberapa type diantaranya yaitu:

    Sedimentasi Fluvial

    Sedimen Fluvial, yakni sistem pengendapan materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat pengendapannya pada lain di basic sungai, danau, atau muara sungai. Sumber utama berasal dari material yang jadi endapan fluvial adalah pecahan berasal dari batuan yang lapuk. Batuan hasil pelapukan secara berangsur diangkut ke daerah lain oleh tenaga air.
     
    Sedimentasi Marine

    Sedimentasi Marine, yakni sistem pengendapan yang dijalankan oleh gelombang laut yang terdapat disepanjang pantai. Berdasarkan ukuran butirannya, sedimentasi marine mampu berkisar berasal dari sedimen berukuran butir lempung hingga gravel. Suplai muatan sedimen yang terlalu tinggi membuat sedimentasi tersebut hanya mampu berasal berasal dari daratan yang dibawa ke laut melalui aliran sungai atau mampu saja pasir pantai oleh ombak.

    Sedimentasi Aeolis atau aeris

    Sedimen aeolis adalah sedimen hasil pengendapan oleh angin. Hembusan angin juga mampu mengangkut material debu, pasir, apalagi bahan material yang lebih besar. Makin kuat hembusan tersebut, maka makin lama besar pula energi angkutnya. Peristiwa tersebut disebut bersama disintegrasi yang prosesnya mampu fisik atau kimia. Sebagai akibat sistem tersebut, terbentuk butiran tanah bersama bermacam macam cii-ciri yang berbeda, bergantung berasal dari kondisi iklim, topografi, type batuan, kala dan organisme.

    Sedimentasi Glasial

    Sedimentasi glasial adalah sedimen hasil pengendapan oleh gletser. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser membentuk lembah. Pada kala musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lembah.

    Pergerakan Tanah Atau Pergerakan Batu (Mass Wasting)

    Pergerakan tanah atau batu, yakni pindahan dan atau penghancuran massa batuan atau tanah secara besar-besaran ke daerah yang lebih rendah berasal dari daerah asalnya. Batuan atau tanah yang pecah menuju ke daerah yang lebih rendah dikarenakan disebabkan oleh jenis gravitasi.

    Berdasarkan besar dan kecepatan tanah atau batuan yang bergerak, maka mass wasting mampu dibagi jadi beberapa type diantaranya yaitu:

    Pergerakan Lambat (Rayapan)

    Pergerakan lambat atau rayapan merupakan pergerakan tanah atau batuan bersama massa yang kecil dan lambat. Batuan yang turun kebanyakan menuruni lereng secara perlahan agar terhadap beberapa persoalan sedikit sulit untuk diamati.

    Pergerakan Cepat

    Pergerakan cepat merupakan pergerakan puing batuan yang kebanyakan punya kandungan cat cair agar kecepatannya lebih tinggi. Contohnya yakni aliran lumpur.

    Landslide

    Landslide atau longsor merupakan gerakan massa batuan besar yanga terjadi secara cepat. Biasanya material berasal dari landslide ini jatuh secara vertikel.Pengertian Tenaga Eksogen Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap

    Selamat datang kembali di infokmoe.id, pada kesempatan kali ini saya akan membahas Materi seputar SPengertian Tenaga Eksogen Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap. Semoga hari ini kalian dalam keadaan sehat ya.... Nah untuk itu kali ini saya akan berbagi sedikit wawasan tentang Tenaga Endogen. Supaya kalian memahaminya Silahkan simak penjelasannya dibawah yaa...'


    Tenaga eksogen

    Merupakan tenaga yang bersumber bukan dari dalam bumi dan sifatnya dapat membuat kerusakan permukaan bumi yang dibentuk oleh tenaga endogen. Sumber dari Tenaga eksogen bisa dari tenaga air, sinar matahari,angin, gletser, dan organisme yang dapat membuat sistem pelapukan, erosi, sedimentasi dan denudasi. Secara lazim tenaga eksogen berasal berasal dari 3 sumber, yaitu:

    • Atmosfer, yakni perubahan suhu dan angin.
    • Air berbentuk aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.
    • Makhluk hidup berbentuk jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
    Contoh tenaga eksogen adalah tebing atau bukit yang terbentuk oleh tenaga endogen lantas terkikis oleh angin agar mengubah bentuk bumi.


    Jenis-Jenis Tenaga Eksogen

    Berikut klasifikasi macam-macam tenaga eksogen, diantaranya yaitu

    Pelapukan

    Ialah sistem perusakan bagian luar bumi yang ditimbulkan secara fisis, kimia, ataupun biologi. Proses perusakan yang terjadi mampu berbentuk alterasi (perubahan komposisi material) dan fragsinasi (pemisahan kristal berasal dari larutan magma) batuan maupun material lainnya diatas atau dekat permukaan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor, layaknya cuaca dan iklim, perubahan suhu, terpapar unsur kimia yang terlarut di dalam air hujan, hingga ulah manusia.

    Proses pelapukan berpengaruh terhadap komposisi tanah dan asal terbentuknya batuan sedimen di di dalam tanah. Selain itu, Proses pelapukan membuat material yang pada mulanya besar jadi bagian bagian yang lebih kecil.


    Secara Garis Besar, berdasarkan agennya pelapukan dibagi jadi 3 macam, yaitu:

    Pelapukan Secara Fisik (Mekanis)

    Pelapukan Mekanis yakni perubahan yang terjadi melibatkan bentuk luar atau pergerakan berasal dari material tersebut. Pada pelapukan fisik, material hancur jadi bagian yang lebih kecil tanpa mengubah komponen atau lapisan kimia terhadap material tersebut. Beberapa aspek yang memengaruhi pelapukan secara mekanik, diantaranya yaitu:
    • Perubahan Suhu
    • Berkurangnya tekanan
    • Pembekuan
    • Pengkristalan

    Pelapukan Secara Kimia

    Pelapukan kimiawi terjadi dikarenakan terdapatnya perubahan komposisi kimia berasal dari material yang terlibat. Perubahan ini dapat memancing reaksi kimia pada zat kimia baru bersama zat kimia yang udah ada. Terkadang reaksi ini juga melibatkan unsur-unsur di atmosfer atau mineral terhadap kerak bumi. Akibat terjadinya reaksi ini, pelapukan terhadap material tersebut mampu terjadi agar membuahkan pelapukan.

    Pelapukan Secara biologi

    Pelapukan secara biologi atau pelapukan organik adalah pelapukan yang kebanyakan disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup yang membuat hancurnya material jadi komponen yang lebih kecil. Pelapukan ini mampu terjadi secara fisik ataupun secara kimia. Biasanya yang secara fisik disebabkan oleh makhluk hidup besar layaknya manusia, hewan dan tumbuhan. Sedangkan yang secara kimiawi disebabkan oleh makhluk hidup kecil layaknya bakteri atau komponen yang disekresikan oleh tubuh makhluk hidup besar.

    Erosi (Pengikisan)

    Erosi merupakan peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan lainnya) akibat transportasi angin, air, es, hujan, dampak gravitasi atau akibat aktivitas makhluk hidup. Proses erosi mampu membuat merosotnya produktivitas tanah dan energi dukung tanah. Sebenarnya, erosi merupakan suatu sistem alami dan baik bagi ekosistem, tetapi kebanyakan perihal erosi diperparah oleh aktivitas manusia di dalam tata kelola lahan yang buruk, penggundulan hutan dan aktivitas merugikan lain.


    Berdasarkan penyebabnya, terdapat beberapa type Erosi, diantaranya yakni :

    Erosi Oleh Air (Ablasi)

    Ablasi, yakni erosi yang disebabkan oleh air mengalir. Penyebab utama terjadinya ablasi yakni terdapatnya gesekan pada aliran air bersama tanah, makin lama besar kecepatan dan kuantitas air maka dapat makin lama cepat terkikisnya tanah atau batuan di basic lahan (sungai). Jika gesekan terjadi terus-menerus, maka dapat mengundang perubahan bentuk terhadap lahan tadi.


    Erosi Oleh Angin (Deflasi)

    Deflasi, yakni pengikisan yang terjadi oleh angin, sistem ini banyak ditemukan di daerah gurun dan terhadap daerah bersama tiupan angin kencang disertai pasir. Deflasi dapat membuahkan hasil pengikisan batuan yang berbentuk layaknya jamur. Prisip basic erosi ini sama bersama erosi oleh air, yakni disebabkan dikarenakan gesekan pergerakan angin bersama objek padatan tertentu.

    Erosi oleh Es (Eksarasi)

    Eksarasi, yakni erosi yang disebabkan oleh gletser atau es. Eksarasi hanya terjadi terhadap daerah bersama musim salju atau daerah pegunungan tinggi. Gletser atau es dapat membentuk cairan kental yang bergerak, pergerakannya dapat menyingkirkan bagian kanan dan kiri lembah gunung. Batuan yang dilaluinya dapat tergores lantas terkikis oleh gletser.


    Erosi oleh Gelombang Laut (Abrasi)

    Abrasi, yakni erosi yang disebabkan oleh air laut. Tinggi rendahnya erosi air laut terbujuk besar kecilnya kekuatan gelombang laut.

    Korosi

    Korosi, yakni type erosi yang nyaris sama bersama deflasi, dikarenakan juga disebabkan oleh sarana angin. Perbedaan keduanya terdapat terhadap type partikel yang dibawa angin tersebut. Deflasi terjadi dikarenakan kekuatan angin tanpa melibatkan partikel di dalamnya, tetapi korosi terjadi dikarenakan angin membawa butiran pasir atau butrian batuan.

    Sedimentasi (Pengendapan)

    Sedimentasi adalah sistem pengendapan material batuan secara gravitasi yang mampu terjadi di daratan, zona transisi (garis pantai) atau di basic laut dikarenakan diangkut bersama sarana angin, air maupun es. Pada kala pengikisan batuan hasil pelapukan terjadi, materialnya terangkut oleh angin maupun air agar kala kekuatan berasal dari pengangkutan material batuan menyusut maka batuan dapat diendapkan di daerah alirannya. Tidak hanya angin maupun air, gletser juga juga kedalam sarana pengangkutannya. Meskipun pergerakan pengangkutan oleh gletser terlalu lambat, tetapi energi pengangkutannya terlalu besar. Pengendapan yang terjadi didasar laut atau di danau membuat basic laut jadi dangkal.


    Berdasarkan penyebabnya, sedimentasi (Pengendapan) dibagi kembali jadi beberapa type diantaranya yaitu:

    Sedimentasi Fluvial

    Sedimen Fluvial, yakni sistem pengendapan materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat pengendapannya pada lain di basic sungai, danau, atau muara sungai. Sumber utama berasal dari material yang jadi endapan fluvial adalah pecahan berasal dari batuan yang lapuk. Batuan hasil pelapukan secara berangsur diangkut ke daerah lain oleh tenaga air.

    Sedimentasi Marine

    Sedimentasi Marine, yakni sistem pengendapan yang dijalankan oleh gelombang laut yang terdapat disepanjang pantai. Berdasarkan ukuran butirannya, sedimentasi marine mampu berkisar berasal dari sedimen berukuran butir lempung hingga gravel. Suplai muatan sedimen yang terlalu tinggi membuat sedimentasi tersebut hanya mampu berasal berasal dari daratan yang dibawa ke laut melalui aliran sungai atau mampu saja pasir pantai oleh ombak.

    Sedimentasi Aeolis atau aeris

    Sedimen aeolis adalah sedimen hasil pengendapan oleh angin. Hembusan angin juga mampu mengangkut material debu, pasir, apalagi bahan material yang lebih besar. Makin kuat hembusan tersebut, maka makin lama besar pula energi angkutnya. Peristiwa tersebut disebut bersama disintegrasi yang prosesnya mampu fisik atau kimia. Sebagai akibat sistem tersebut, terbentuk butiran tanah bersama bermacam macam cii-ciri yang berbeda, bergantung berasal dari kondisi iklim, topografi, type batuan, kala dan organisme.

    Sedimentasi Glasial

    Sedimentasi glasial adalah sedimen hasil pengendapan oleh gletser. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser membentuk lembah. Pada kala musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lembah.

    Pergerakan Tanah Atau Pergerakan Batu (Mass Wasting)

    Pergerakan tanah atau batu, yakni pindahan dan atau penghancuran massa batuan atau tanah secara besar-besaran ke daerah yang lebih rendah berasal dari daerah asalnya. Batuan atau tanah yang pecah menuju ke daerah yang lebih rendah dikarenakan disebabkan oleh jenis gravitasi.


    Berdasarkan besar dan kecepatan tanah atau batuan yang bergerak, maka mass wasting mampu dibagi jadi beberapa type diantaranya yaitu:

    Pergerakan Lambat (Rayapan)

    Pergerakan lambat atau rayapan merupakan pergerakan tanah atau batuan bersama massa yang kecil dan lambat. Batuan yang turun kebanyakan menuruni lereng secara perlahan agar terhadap beberapa persoalan sedikit sulit untuk diamati.

    Pergerakan Cepat

    Pergerakan cepat merupakan pergerakan puing batuan yang kebanyakan punya kandungan cat cair agar kecepatannya lebih tinggi. Contohnya yakni aliran lumpur.

    Landslide

    Landslide atau longsor merupakan gerakan massa batuan besar yanga terjadi secara cepat. Biasanya material berasal dari landslide ini jatuh secara vertikel.

    0 Response to "Pengertian Tenaga Eksogen Beserta Jenis-Jenis dan Contohnya Lengkap"

    Posting Komentar

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel